PROJEK PERANCANGAN 2 STIMO (Spiral Potato Slicer Motorized)

0
123

Nama Kelompok :

  • Arief Vicy Dipayana (171234004)
  • Iyan Shofwanul Kholik (171234012)
  • Rahadiansyah Wiratama (171234022)
  • Syafiq Ade Priyatama (171234029)

Projek Perancangan 2 adalah salah satu mata kuliah yang diberikan kepada setiap mahasiswa DIV – Teknik Perancangan dan Konstruksi Mesin. Setelah menyelesaikan proyek sebelumnya yaitu alat dengan mekanisme mesin press, Watermelon Slicer, kali ini tim dosen memberikan sebuah tantangan pada kami untuk mendesain sebuah alat yang dapat digunakan untuk membantu UMKM baik produksi maupun non-produksi. Dan pada alat kali ini diperbolehkan, dan dianjurkan, untuk menggunakan otomasi elektronik atau penggerak otomatis menggunakan motor atau sejenisnya.

Setelah mendapatkan tantangan tersebut, kami mulai mendiskusikan ide-ide yang akan kami pilih untuk kami realisasikan dalam bentuk rancangan. Ide-ide yang terbentuk dari proses diskusi kami yaitu diantaranya :

  1. Kincir Angin Savonius
  2. Pencuci Piring Otomatis
  3. Pengiris Kentang Spiral Otomatis
  4. Pencacah Daun

Setelah mendiskusikan ide-ide tersebut lebih lanjut, pada awalnya kami masih belum mendapat ide final di minggu pertama, namun beberapa hari kemudian salah satu anggota kelompok kami, Raha, terinspirasi dari makanan Long Potato, yaitu makanan dari kentang yang diolah memanjang. Dari makanan tersebut terpikirkan variasi yang lebih menarik yaitu Kentang Spiral dan seketika mengingatkan kepada alat pengiris kentang spiral yang sudah lazim digunakan oleh para pedagang jajanan pasar, sehingga memunculkan ide baru yaitu Pengiris Kentang Spiral Otomatis yang akhirnya terpilih.

Mengapa kami memilih ide ini? Karena dilihat dari produk eksisting di Indonesia masih belum ada alat pengiris kentang spiral yang menggunakan motor sebagai penggerak sehingga alat dapat melakukan proses secara otomatis tanpa perlu memutarkan tuas pemutarnya secara manual. Setelah didiskusikan kembali kemungkinan-kemungkinannya dan rencana awalnya, kami menetapkan ide tersebut dan menamai proyek kami “STIMO – Spiral Potato Slicer Motorized”.

Untuk mendesain alat pengiris kentang spiral ini, kami menggunakan beberapa tahapan seperti yang diajarkan pada mata kuliah Metodologi Perancangan, yaitu Plannig, Conceptual Design, Embodiment, dan dokumentasi. Berikut adalah perjalanan kami dalam merancang berdasarkan tahapan – tahapan tersebut.

1.Planning

Pada tahapan ini, hasil akhirnya adalah requirement list, untuk mendapatkannya kami perlu mencari sumber – sumber yang ada di lapangan, contoh:membuat googleform atau mewawancarai konsumen. Selain itu, kami juga perlu mencari produk eksisting, paten, dan cara kerja dari alat.

Latar belakang kami mendesain alat ini yaitu: “Makanan ringan olahan kentang yang bentuknya unik sedang trend/booming dan banyak peminat. Makanan ringan olahan kentang paling baik dalam keadaan hangat (Goreng Dadakan). Alat pembentuk/pengiris bentuk spiral untuk kentang di UMKM Indonesia masih manual (digerakkan tangan) dan hanya berkapasitas satu kentang. Untuk produksi massal/besar atau hari sibuk, menggerakkan alat manual kurang efektif.”

Setelah mendapat ide dan menentukan rancangan dasarnya, kami lanjut untuk mencari informasi seputar alat yg akan kami buat dengan cara survey dan wawancara. Kami menuju Astana Anyar, daerah tempat dimana terdapat salah satu produsen alat pengiris kentang spiral yang ada di pasaran, yaitu Rumah Grosir Pisau Ulir Bandung. Kami menanyakan berbagai hal mulai dari proses pembuatan alat pengiris kentang spiral hingga biaya pembuatannya. Hasil dari wawancara kami adalah sebagai berikut:

1562821003864-min

Dilakukan wawancara dengan narasumber, Pak Agus, selaku pemilik/pengelola Rumah Grosir Pisau Ulir Bandung dengan hasil sebagai berikut :

  1. Memulai usaha produsen mesin kentang sejak tahun 2012.
  2. Alat/mesin kentang dijual dengan cara pesanan, pembeli harus memesan terlebih dahulu alat/mesin ini lalu alat/mesin akan dibuat/dirakit.
  3. Lama pemesanan sampai barang siap sekitar 2 hari.
  4. Harga alat/mesin per unit biasanya sekitar Rp.250.000, namun dapat berubah tergantung pesanan.
  5. Bahan yang digunakan hampir seluruhnya Stainless Steel dengan alasan tidak mudah berkarat dan aman untuk makanan.
  6. Namun bahan Stainless Steel ini pula yang membuat harga produksi besar.
  7. Putaran alat yang tidak sesuai (terlalu cepat/terlalu lambat) akan mengakibatkan irisan spiral kentang tidak baik (terlalu tipis/terlalu tebal).
  8. Dijual juga perlengkapan alat/mesin kentang ini seperti Penusuk Kentang dan Etalase kentang spiral.
  9. Penusuk Kentang tersedia berbagai ukuran : 25 cm diameter 2 mm untuk kentang kecil 1 kg isi 100 buah, dan 35 cm diameter 4 mm untuk kentang ukuran 1 kg isi 9 buah.

Pada pertanyaan terakhir, kami menanyakan dimana biasanya alat ini banyak digunakan, narasumber menjawab alat ini banyak digunakan di foodfest, pasar, juga di Lottemart atau mall.

Setelah mendapat informasi tersebut kami berencana untuk langsung mencari konsumen pengguna alat ini, seperti yangg telah dikatakan narasumber kami memutuskan untuk langsung menuju Lottemart karena hari itu masih siang dan pada bulan puasa sehingga hanya lottemart yang mungkin untuk dituju.

Di Lottemart kami menemukan penjual makanan kentang spiral sekaligus sebagai konsumen pengguna alat pengiris kentang spiral. Kami menanyakan berbagai hal dengan hasil sebagai berikut:

Salah satu kedai makanan di Festival Citylink, Suka Asih, Kec. Bojongloa Kaler, Bandung, Jawa Barat.

Dilakukan wawancara dengan narasumber, Nia, selaku penjual/pengelola kedai makanan yang menjual kentang spiral dengan hasil sebagai berikut :

  1. Proses pembuatan kentang spiral menggunakan alat pengiris kentang spiral dengan cara manual diputar.
  2. Alat pengiris kentang spiral dibeli dengan harga Rp.400.000.
  3. Lama proses pengirisan berlangsung sekitar 10 detik.
  4. Untuk perawatan, cukup mengelap alat (dan membasuh jika diperlukan) setelah digunakan.
  5. Kesulitan atau kendala yang sering terjadi saat proses adalah saat melakukan penusukan gagang kepada kentang, dimana :
  6. Kentang keras dan sulit untuk ditusuk,
  7. Penusuk harus ditusuk tepat pada tengah kentang (ujung ketemu ujung) agar dapat diproses dengan baik, bila tidak tepat ditengah maka terpaksa harus mencabut dan menusukkannya kembali,
  8. Tidak jarang tangan tertusuk oleh bagian penusuk yang tajam saat proses.
  9. Kondisi alat yang digunakan :
  10. Bagian pisau terlihat tidak rapi dan kotor, namun masih bisa berfungsi dengan baik,
  11. Bagian gagang pemutar dalam keadaan rusak dan sering mengalami kerusakan.
  12. Yang diinginkan narasumber pada pengembangan alat ini :
  13. Alat bekerja otomatis, tanpa perlu menggerakkan manual,
  14. Aman bagi pengguna,
  15. Mudah saat proses penusukan,
  16. Ringan, karena diperlukan untuk portabel.

Dengan wawancara tersebut, ditambah dari hasil survey kuisioner, kami mendapat requirement list sebagai berikut:

1.       Kemudahan Pengoperasian (Praktis/Otomatis, Mudah Saat Menusuk Kentang)

2.       Keamanan Penggunaan (Tidak melukai pengguna, alat stabil ketika beroperasi)

3.       Kapasitas Kentang Diperbesar/Diperbanyak (Lebih dari 1 buah kentang spiral)

4.       Murah (Sekitar Rp.1.000.000 – Rp.1.500.000 dengan motor)

5.       Tahan Karat

6.       Foodgrade (Aman Bagi Makanan)

7.       Awet (Part-Part Tidak Cepat Rusak)

8.       Ringan dan Portabel (Sekitar 2 kg, mudah dibawa)

9.       Perawatan Mudah (Cukup dilap untuk pembersihan)

10.     Waktu Proses Cepat (Kurang dari 10 detik untuk pengirisan)

2. Conceptual Design

Setelah mendapatkan requirement list kami dapat menentukan fungsi bagian dari setiap alat, mulai dari fungsi keamanan sampai ke fungsi penggerak alat. Sehingga kami dapat menentukan alternatif solusi  dan menjadi tabel morfologi.

 Setelah membuat tabel morfologi, kami dapat membuat variasi design dan menseleksi sesuai dengan kriteria yang kami buat sehingga terpilih variasi yang terbaik.

3. Embodiment

Untuk mengawali tahapan ini, kami perlu mencari worst case(kejadian terburuk) dari alat yang kami design, dari hal itu kami dapat melakukan perhitungan secara mekanika. Untuk membantu perhitungan, kami melakukan percobaan, diantaranya percobaan gaya pengirisan kentang dan gaya penusukan pada kentang. Percobaan ini kami lakukan di Lab. Bahan POLBAN.

Selain itu juga, kami juga akan membuat bentuk 3D menggunakan aplikasi bernama CATIA V5.

Setelah perhitungan dan gambar selesai, langkah selanjutnya yaitu menentukan bahan dan proses pembutannya, lalu kami dapat mengetahui harga produksi dan berakhir pada harga jual dari alat yang kami design.


4.Document

Pada tahapan ini, tugas kami yaitu menyusun laporan akhir proyek, membuat poster untuk memberikan informasi secara singkat terhadap alat yang didesain, serta video dokumentasi kegiatan proyek

Kami, Kelompok 4, sebagai tim perancang alat STIMO ini sangat menikmati proses perancangan pada proyek ini. Kami dapat mengimplementasikan dan mempraktekan ilmu-ilmu yang sebelumnya pernah kami pelajari terutama di kampus, seperti ilmu fisika, mekanika, dan ilmu tentang pemesinan serta mekanismenya pada proyek ini. Selain itu, soft skill kami juga semakin terasah karena proyek ini menuntut kami untuk bekerja sama, berkelompok, melakukan diskusi, dan mengolah pendapat-pendapat dari tiap anggota menjadi sebuah pemikiran yang berguna, serta melatih kepemimpinan dan skill manajemen kami. Kami pun dapat semakin mengerti dengan karakter-karakter orang lain terutama anggota kelompok dan rekan satu kelas pada proyek perancangan ini. Hal-hal tersebut yang semakin membuat kami siap untuk menghadapi kondisi nyata pada kehidupan di industri di masa depan.


Thanks for testing Gutenberg!

👋

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here