Student Exchange: Summer Camp di NCUT Taiwan, Pengalaman pertama ke Negara Maju

0
113

你好印尼! 你好嗎?(Halo Indonesia! Apa kabar?)

Kali ini saya akan bercerita mengenai pengalaman saya selama berada di Taiwan.

Sebelumnya, sedikit prolog saja, Seperti kita tahu kalau Taiwan merupakan sebuah negara pulau di Timur daratan Tiongkok. Taiwan memiliki pertumbuhan ekonomi dan tingkat industrialisasi yang tinggi. Taiwan termasuk salah satu dari Empat Macan Asia. Industri berteknologi tinggi membuat Taiwan bisa memainkan peran di perekonomian dunia. Taiwan memiliki beberapa perusahaan teknologi ternama di dunia seperti Asus, HTC, Acer, dan Foxconn. Keren banget pokoknya kalo urusan teknologi!

Dalam kesempatan untuk pertama kalinya ke luar negeri ini, khususnya ke negara maju, saya pergi ke sana untuk mengikuti kegiatan “Student Exchange ke National ChinYi University of Technology” bersama teman-teman dari Jerman, Ceko, Jepang serta teman dari India yang mengikuti kegiatan pelatihan/course dengan waktu yang sama.

Sebenarnya kegiatan kali ini tidak sepenuhnya Student Exchange, karena NCUT tidak mengirimkan mahasiswanya ke Indonesia, namun ke Jepang. Kegiatan disini seperti Summer Camp, diisi dengan Mandarin Course, Kunjungan Industri, serta kunjungan ke berbagai tempat di Taiwan.

Jurusan Mesin diwakili oleh saya (Dudin Solahudin –DIV TPKM 2016) dan juga Ayya (Izdihar -DIV Prosman 2015), bersama dengan 2 teman lain (Nizzar dan Rifqi) dari jurusan Refrigerasi dan Tata Udara, serta 3 Mahasiswi yang sedang melaksanakan kerja praktik dari jurusan Refrigerasi (Krissy, Afei dan Utami) yang juga mengikuti Summer Camp ini, sehingga total perwakilan dari Polban sebanyak 7 orang.

Semua kegiatan kami dimulai dimulai dari tanggal 20 Juli 2018 hingga 21 Agustus 2018. Berikut 5 hal yang bisa saya bagikan selama kurang lebih 10 hari di Taiwan, tepatnya Taichung City:

  1. Musim

Saat ini Taiwan sedang mengalami musim Panas dengan rata-rata suhu sekitar 34oC. PANAS!. Selain panasnya juga Taiwan memiliki kondisi yang lembap, sehingga membuat tubuh kita lengket. Untungnya banyak sekali fasilitas kota yang memiliki pendingin, jadi kalau panas bisa santai dulu, contohnya di Bis. Untungnya, beberapa hari ini, Taiwan dilanda Hujan, sehingga suhu bisa saja turun drastis hingga 26oC.

  1. Makanan

Taiwan adalah surga bagi pecinta kuliner. Eits!. Tapi buat mereka saja, yang suka dengan pork, ya! Daging Babi. Banyak sekali olahan dari daging babi, seperti Dumpling, Pancake, atau Hotpot. Tapi, banyak juga kok kuliner enak yang halal, seperti hotpot vegetarian, takoyaki, ada juga semacam Gurita goreng, Stinky Tofu, Bubble Tea, dan tentunya Taiwan surganya bagi para pecinta Es krim,beberapa restoran menjual es krim sepuasnya dengan harga terjangkau (sekitar 100 NTD atau 50 ribu). Memang sulit menemukan makanan halal, asal mencarinya pasti ketemu. Contohnya kita juga bisa menemukan makanan Indonesia, Vietnam atau Thailand di Asean Square.

Berbagai Macam Makanan di Yichong Night Market
Hot Pot
  1. Kampus dan Belajar

Oke! Saya mau cerita juga tentang NCUT. Selama Sebulan kedepan, kami tinggal di komplek kampus NCUT, tepatnya di Asrama kampus ChinYi. Pertama kali datang kesini, keren aja gitu rasanya, karena bangunannya yang kokoh dan tinggi, artistik, modern namun unik serta dipenuhi dengan tulisan Mandarin.

Selama tiga minggu sejak kami memulai aktivitas, kami akan melaksanakan mandarin course, yakni belajar basic speaking chinese dimana banyak percakapan atau kalimat yang bisa kita gunakan sehari-hari, seperti saat di kelas, mengapresiasi, berbelanja, meminta maaf atau berterima kasih, dan meminta tolong. Sebenarnya sulit untuk bisa cepat menangkap pelajaran, apalagi mandarin sendiri memiliki 5 tone/bunyi yang berbeda pelapalan. Selain itu juga, kami belajar bernyanyi dan budaya dari Taiwan.

Chinese Class

Di akhir pekan, kami akan diberikan projek menarik. Seperti membuat beberapa produk polimer, Laser cutting dan 3D Printing di laboratorium Kimia. Selain itu juga kami melaksanakan kunjungan industri, salah satu industri yang telah kami kunjungi yakni Pabrik Sepatu. Selain kami disuguhkan tour industry, kami juga diberikan kesempatan untuk menghias pencil case berbentuk sepatu sebagai souvenir.

  1. Serba Gratis

Sebagai negara maju, Taiwan banyak sekali memiliki fasilitas gratis, seperti: Penggunaan Bus gratis (dengan menggunakan Easy Card yang dapat dibeli di Seven Eleven seharga 100NTD), Sepeda, dan juga minum di setiap tempat.

Taichung Bus
  1. Tempat Wisata

Selama kami disini banyak sekali tempat yang kami kunjungi. Dari mulai food street, top city hingga tempat bertajuk alam dan pemandangan.

  1. Night Market, Taiwan memiliki banyak sekali pasar malam yang menjual berbagai macam makanan, minuman dan juga aksesoris serta busana. Beberapa night market yang terkenal dan pernah kami datangi: Zhongxiao dan Fengjia
  2. Top City and National Theater, beberapa hari yang lalu kami pergi ke 2 tempat berikut. Top City merupakan mall yang ternama di daerah Taichung, bisa sampai 14 lantai dengan berbagai produk yang dijual. Namun, saya pikir harganya terlalu mahal. Kurang pas di kantong. Selain itu, kami juga pergi ke National Theater,sayangnya saat itu, kami tidak bisa menyaksikan pertunjukkan. So, kami hanya pergi ke beberapa spot yang menampilkan produk unik mereka.
  3. Xitou Education and Recreation Nature Area. Merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi, secara tersirat tempatnya mirip perpaduan antara Taman raya Bogor dengan kampung Daun Lembang di Bandung. Pepohonan asri, danau indah, Jembatan Bambu, berbagai ornamen unik, penampilan musik dan juga Sky Walk yang sangat tinggi menyusupi pepohonan cemara disana. Thats Really amazing, even we should walk for along time.

    Trip ke Xitou Nature Nantou City
  4. Asean Square, banyak sekali menyediakan makanan dari negara-negara Asean. Tempat ini juga bisa jadi destinasi untuk melampiaskan kerinduan terhadap makanan Nusantara, ya walaupun mahal (60-100NTD/porsi). Disini juga tersedia toko Indonesia yang menjual banyak produk impor seperti mie instan, kosmetik, bahan makanan, minuman, dan tentunya snack impor tanah air kita.
  5. Culture Building in Tainan City

30 Juli 2018, kami pergi ke Tainan City, yakni Taiwan bagian selatan. Kami menghabiskan waktu 3 jam dengan menggunakan Bus. Banyak sekali bangunan yang merupakan bekas pemerintahan Cina zaman dulu.

Oke itu dulu yang bisa saya bagikan. Pastinya senang bisa terus berbagi, apalagi mengenai pengalaman pertama di negara maju ini. Kalau ada pertanyaan dan saran untuk tulisan berikutnya bisa hubungi kontak dibawah ini:

Line : dudintpkm

Email: dudins20@gmail.com

Terima kasih!! 謝謝! 再見!

(Dudin Solahudin, 28 Juli 2018 – Dibawah teriknya musim panas di Taichung, Taiwan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.